HEADLINENTBTERKINI

MTQ Penatoi Berakhir Khidmat di Malam Takbir, 110 Peserta Ambil Bagian

KOTA BIMA, NARASIMEDIA.NET – Malam takbir Iduladha tahun ini menjadi momen istimewa bagi warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan yang digelar pada Kamis (6/6) bertepatan dengan malam takbir berlangsung khidmat, diiringi gema takbir dan lantunan ayat suci.

Tahun ini, sebanyak 110 peserta ambil bagian dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Mereka merupakan perwakilan dari seluruh RT di wilayah Penatoi. Selain itu, dua pondok pesantren yang berlokasi di kelurahan tersebut ; Pondok Pesantren Assidiqiyah dan Pondok Pesantren Abubakar Siddik juga mengirimkan santri-santrinya untuk berpartisipasi dalam ajang tahunan ini.

Ketua RW 02, Sudirman Yusuf, mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ memiliki arti penting sebagai sarana pembinaan agar generasi dibiasakan dengan Al-Qur’an. “panggung dan suasana pelaksanaan diupayakan sebaik mungkin agar peserta merasa dihargai dan semakin termotivasi”. Ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Musabaqah, Abubakar Latif, menyebutkan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para qari dan qariah. “Melalui MTQ ini, kita berharap muncul bibit-bibit unggul yang kelak bisa mewakili Kelurahan Penatoi di tingkat kecamatan, kota, bahkan provinsi,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini menunjukkan adanya peningkatan minat. “Kami melihat antusiasme peserta dan dukungan dari masyarakat begitu besar. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Camat Mpunda, Ahsanu Rahman, SH., MH., yang hadir langsung pada malam penutupan, memberikan apresiasi atas keberhasilan panitia menyelenggarakan MTQ dengan baik. Menurutnya, penataan panggung yang rapi dan nuansa religius yang terasa kuat menunjukkan kesungguhan panitia dalam menjunjung nilai-nilai kultural dan spiritual Kota Bima.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas panitia yang mampu menghadirkan suasana religius dengan tata panggung yang estetis. Ini sejalan dengan semangat Kota Bima yang Bersih, Indah, Sejuk, dan Aman (BISA),” ucapnya.

Mewakili Wali Kota Bima, Ahsanu juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti MTQ menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong partisipasi publik. “Program Kota Bima BISA hanya dapat berjalan efektif jika semua unsur masyarakat terlibat aktif. Tanpa dukungan kolektif, sulit bagi program ini memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Penatoi, Haerurahman, ST., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan ini. Ia menilai partisipasi warga dari berbagai kalangan menunjukkan masih kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi keislaman.

“Partisipasi aktif masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menjadi indikator bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an masih sangat hidup di tengah-tengah warga Penatoi,” katanya.

MTQ tingkat Kelurahan Penatoi tahun ini berlangsung selama beberapa hari dan menjadi bagian dari tradisi tahunan yang terus dijaga oleh masyarakat. Selain sebagai ajang pembinaan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan penguatan ukhuwah antarwarga.

Pewarta : Wahyu | Redaktur : Febrian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *