HAPPENINGHEADLINETERKINI

Ormas GRIB, kontrofersi Dan Figur Pemimpinnya yang Pernah Berafiliasi dengan Kopasus

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Menurut buku Peran Organisasi Masyarakat dalam Negara, Prayudi, dkk (2022: 205), organisasi kemasyarakatan atau ormas merupakan suatu istilah yang digunakan untuk organisasi berbasis kemasyarakatan.

Masih dalam halaman yang sama dijelaskan bahwa organisasi kemasyarakatan esensinya tak bertujuan politis. Itulah mengapa istilah awalny adalah organisasi massa yang disingkat sebagai ormas.

Ada banyak ormas yang bisa ditemukan di Indonesia. Salah satunya adalah GRIB. Lantas, apa itu GRIB?

GRIB Merupakan singkatan dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu. Ormas ini dibentuk oleh Rosario de Marshall atau Hercules. Hercules adalah mantan preman Tanah Abang pada era 1980-an yang kini menjadi pebisnis.

Organisasi ini dibentuk demi membangun demokrasi yang sehat. Demokrasi ini dibarengi dengan sejumlah muatan nilai, seperti kejujuran, partisipatif, dan keadilan.

Kini, organisasi ini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, kantor cabangnya pun dapat ditemukan dengan mudah di kota-kota besar.

Profil ‘Hercules’ Rosario de Marshal: Pemimpin GRIB

Rosario de Marshal alias Hercules adalah tokoh masyarakat yang dikenal sebagai figur kontroversial. Pada awalnya, dia dikenal sebagai mantan preman tanah abang yang memiliki kekuasaan di wilayah Jakarta.

Pada 2022, Hercules diangkat sebagai tenaga ahli di Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD DKI Perumda Pasar Jaya. Dia menduduki jabatan tersebut bersama M Rifky alias Eki Pitung. Melalui keterangan tertulis, pihak Perumda Pasar Jaya mengatakan pengangkatan Hercules dan Eki Pitung sebagai tenaga ahli sudah melalui mekanisme yang berlaku.

Sebelum menjadi tenaga ahli di Perumda Pasar Jaya dan jadi tokoh di Tanah Abang, Hercules sempat membantu operasi militer di Timor Timur. Bahkan nama Hercules adalah julukan yang diberikan kepadanya oleh Komando Pasukan Khusus yang bertugas di Timor Timur pada 1975. Julukan ini berasal dari para tentara yang kagum melihat Rosario mampu memikul karung seberat 100 kilogram meski badannya kecil. Dia lalu dibawa ke Jakarta setelah mengalami kecelakaan helikopter yang melukai lengannya.

Berasal dari keluarga petani di Dili, Hercules tiba di Jakarta sekitar tahun 1987 sebagai bagian dari kampanye penerimaan masyarakat Timor Timur oleh Indonesia. Alih-alih bekerja di pabrik elektronik seperti rencana awal, ia justru berjualan rokok di kawasan Tanah Abang. Di pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu, Hercules sering menjadi sasaran pemalakan para preman. 

Namun, seperti yang dicatat dalam buku Politik Jatah Preman karya Ian Douglas Wilson (2015), Hercules tidak tinggal diam dan selalu siap melawan. “Bahkan saat mandi pun saya membawa pedang, karena musuh bisa menyerang kapan saja,” ungkapnya kepada Wilson.

Popularitas Hercules semakin meningkat seiring waktu. Pada tahun 1993, kelompok yang dipimpinnya yang terdiri dari pemuda Timor Timur diperkirakan berjumlah sekitar 400 orang. Setahun kemudian, kelompok tersebut berhasil menguasai Kelurahan Jatibunder, Tanah Abang, yang sebelumnya didominasi kelompok Betawi dan Madura. Mereka bahkan mengontrol pungutan dari pedagang di pasar utama serta kegiatan di kawasan Bongkaran dekat stasiun.

Hercules tetap bertahan di Tanah Abang hingga tahun 1997. Namun, dalam sebuah bentrokan berdarah yang disaksikan oleh pasukan Komando Daerah Militer Jakarta Raya, kelompok Betawi yang dipimpin Muhammad Yusuf Muhi alias Ucu Kambing berhasil mengusir mereka, menewaskan empat anggota kelompok Hercules. 

Setelah kejadian tersebut, Hercules sempat menetap di kampung halaman istrinya di Indramayu tetapi tetap menjalankan bisnis jasa keamanan, sebagaimana diungkapkan Kolonel (Purnawirawan) Gatot Purwanto, perekrut Hercules saat bertugas di Timor Timur.

Hercules dikenal dekat dengan Prabowo Subianto. Mereka bertemu pertama kali ketika terjadi perang saudara di Timor Timur. Hercules memberikan bantuan logistik kepada TNI, khususnya pasukan Kopassus yang dipimpin oleh Prabowo. Hubungan mereka pun berlanjut hingga sekarang.

Meski begitu, GRIB Jaya tidak memiliki hubungan langsung dengan Partai Gerindra, partai politik yang dipimpin Prabowo. Dalam pemilihan presiden 2024, Hercules memerintahkan semua anggota GRIB Jaya mendukung Prabowo sebagai presiden.

Insiden Bentrokan: GRIB vs Pemuda Pancasila

GRIB menjadi sorotan media pada awal tahun 2025 setelah terlibat bentrokan dengan ormas Pemuda Pancasila. Bentrokan pertama terjadi pada 14 Januari 2025 di Blora, Jawa Tengah, yang mengakibatkan 12 orang terluka. Tak lama setelahnya, pada 15 Januari 2025, bentrokan kembali terjadi di Bandung, Jawa Barat. Video perkelahian ini viral di media sosial yang memenuhi headline pemberitaan tanah air.

Menanggapi insiden tersebut, Hercules sebagai Ketua Umum GRIB Jaya, bersama dengan Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, mengimbau agar seluruh anggota ormas masing-masing tidak terprovokasi. Keduanya sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai, dan mengingatkan bahwa insiden di Blora merupakan kesalahpahaman yang harus segera diluruskan. Pada akhirnya, kesepakatan damai tercapai pada 15 Januari 2025 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *