Lebih Dari Ratusan Peserta Ikuti Camping Edukasi di Savana Dorombolo Waterfall
BIMA, NARASIMEDIA.NET – Lebih dari Ratusan peserta mengikuti kegiatan Camping Edukasi di Savana Dorombolo Waterfall, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Tambora-Mataram (IMTAM) bekerja sama dengan Karang Taruna Insan Cita (KTIC) dan PALTAM Desa Oi Panihi pada Sabtu, 8 Februari 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama Membangun Tambora” ini berlangsung diwarnai berbagai giat seru dan menarik, mengisi malam minggu para peserta menjadi lebih produktif.
Savana Dorombolo Waterfall menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan lanskap yang unik. Di sisi timur Savana Dorombolo Waterfall, memungkinkan pengunjung dapat menyaksikan matahari terbit dengan pemandangan yang lapang bak safana afrika, sementara di barat tampak panorama matahari terbenam dengan warna jingga yang autentik. Di utara terdapat lereng kaki Gunung Tambora, sementara di selatan berdiri megah Bukit Dorombolo. Padang luas di tengah kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata alam, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang mendalam.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat keharmonisan, memperkuat rasa kekeluargaan, serta meningkatkan kecintaan terhadap alam. Selain itu, konsep Camping Edukasi diambil difungsikan sebagai wadah untuk mengisi kekosongan generasi muda di akhir pekan, agar terhindar dari ragam ancaman kerusakan, termasuk bahaya narkoba yang saat ini ramai menjadi tranding topik di Bima-dompu.
BACA JUGA : Lebah Sempaga: Destinasi Caving dan Camping dengan pesona Gunung, sungai, dan 9 air terjun Rahasia

Dalam rangkaian acara, digelar diskusi publik yang menghadirkan empat narasumber dari berbagai instansi, yakni perwakilan Puskesmas Tambora, Kepala Resort Kawinda To’i Balai Taman Nasional Tambora, Polsek Tambora, serta akademisi. Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai sejarah dan masa depan Kecamatan Tambora.
Pada sesi diskusi, perwakilan Puskesmas Tambora, M. Erdiansyah, S.T., menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba. “Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan mental yang serius. Dari sisi medis, narkoba memang memiliki fungsi tertentu dalam dunia pengobatan, tetapi penyalahgunaannya justru menimbulkan dampak yang sangat berbahaya,” ujarnya dalam forum diskusi.
Sementara itu, Kepala Resort Kawinda To’i Balai Taman Nasional Tambora, Yeheskiel Simanjuntak, S.Hut., mengangkat isu lingkungan yang semakin menjadi perhatian. “Bencana alam yang kerap terjadi saat ini banyak disebabkan oleh kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Tidak adanya perawatan hutan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta minimnya kesadaran akan kelestarian alam menjadi faktor utama penyebab kerusakan lingkungan,” jelasnya.

Selain diskusi publik, kegiatan Camping Edukasi juga diisi dengan aksi penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Savana Dorombolo Waterfall. Ketua Umum IMTAM, Arifauzan, menegaskan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan dengan matang jauh sebelum pelaksanaannya. “Sejak awal, kami telah merancang konsep kegiatan ini bersama Badan Pengurus Harian (BPH) IMTAM. Setelah tiba di Tambora, kami berkolaborasi dengan rekan-rekan dari KTIC dan PALTAM Desa Oi Panihi untuk merealisasikan acara ini dengan maksimal,” ungkapnya.
BACA JUGA : Tanah Restaurant & Coworking Space: Destinasi Baru untuk Digital Nomad di Lombok
Ketua KTIC Desa Oi Panihi, Arif Rahman, A.Md.Vet., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pengunjung yang telah mengikuti acara ini. Mohon maaf jika ada kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Jangan lupa untuk kembali berkunjung ke Savana Dorombolo Waterfall, karena tempat ini selalu menanti kehadiran kalian,” ujarnya.
Dewan Pembina IMTAM, Julhaf Riansyah, S.H., turut memberikan pesan inspiratif kepada para peserta. Ia mengajak seluruh pegiat wisata untuk menjaga kelestarian Savana Dorombolo agar tetap menjadi destinasi yang menarik. “Saya mengajak rekan-rekan untuk terus menjaga kelestarian alam di Savana Dorombolo. Saya juga mengimbau para pengunjung untuk mengunggah foto dan video di media sosial serta menandai akun resmi Padang Savana Dorombolo agar lebih banyak orang mengetahui keindahan tempat ini,” katanya.
Sebagai penutup, Julhaf Riansyah menyampaikan pesan yang menyentuh hati para peserta. “Jika hatimu butuh didengarkan, maka temui aku di Padang Savana Dorombolo. Niscaya, sakit yang kau rasakan akan berbuah kebahagiaan,” ucapnya, yang disambut sorakan riang dari para pengunjung.
Kegiatan Camping Edukasi ini menjadi momentum penting dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, mempererat hubungan sosial, serta memberikan edukasi yang bermanfaat bagi generasi muda. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta kelestarian alam Tambora.

