OPINITERKINI

Suara Hati Seorang Staf Kantor Perizinan

Narasimedia.net || Apa definisi kepalsuan bagi kalian semua ?
Sembari kalian berpikir, izinkan hati kalian membaca tulisan ini sampai selesai. Baca tiga hal dibawah ini.

Ku mulai dari kenapa aku bisa masuk bekerja di kantor ini. Kompetensi ? Pengalaman Kerja ?. Iya tapi bukan. Iya karena itu karena yang CPNS. Bukan karena aku honorer ber SK, yang ada harganya. Beragam cerita sih dari teman-teman honor di kantor kami ini. Ada yang karena titipan, ada yang kolega. Tapi aku bangga karena aku bayar. Ceritanya, saat itu ada staf ahli, sama-sama staf sih, yang menawarkan itu pada orang tua ku. Tampa berpikir panjang, jelas orang tua ku mau. Sebab ada dogma, habis kuliah tanpa kerja itu gak kuliah artinya, meskipun gajinya hanya cukup untuk makan sebulan tapi minus parfum dan baju baru. Tapi letak kebanggaan nya ada pada baju dan jawaban ketika ditanya ,”kerja dimana ?”. Itu yang pertama.

Kedua. Aku pernah membuat laporan palsu sebuah kegiatan. Kita belajar di kampus untuk apa sih ? Sederhana nya mungkin untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keilmuan. Ketika itu aku menyusun laporan pertanggungjawaban kegiatan. Uangnya ratusan juta. Tapi aku kaget saat melihat ada bagian di laporan itu, menulis tentang uang operasional staf 5 juta. Perasaan, selama aku kerja di kegiatan itu, aku cuma dapat 500 ribu. Ya, mungkin harus aku harus baik sangka, seperti pesan beliau bapak pimpinan di acara ramah tamah kantor Minggu lalu. “Kita tidak boleh membuka aib sesama”, katanya. Atau harus aku membenarkan alasan bahwa mungkin karena aku bukan lulusan administrasi, jadinya ada teori perhitungan pemotongan pajak dan lain-lain.

Pernah teman staf senior ku ketika kegiatan itu menasehati ku, katanya harus pintar-pintar, namanya cari uang, cari orang yang bisa diajak kerjasama, beli barang atau makanan minuman untuk kegiatan itu harus di orang yang dikenal biar bisa potong harga, tapi tetap anggaran pembelian nya sesuai RAB.

Ini yang mengesankan dan membudayakan di kantor kami. Ketiga, prioritaskan kolega pimpinan dan rahasiakan rahasia pimpinan. Tutup rapat mulut, karena itu kebiasaan wajib bagi kami Staf. Pagi itu ada dua pria dewasa kisaran 40 tahun datang melapor di meja ku, ingin ketemu bapak pimpinan. Katanya mereka datang dari desa, berangkat kemarin malam dan sampai tadi subuh, belum sempat sarapan langsung ke kantor, ingin mengadukan permasalahan usaha mereka. Sesuai prosedur, aku suruh mereka menuliskan identitas dan menunggu di kursi tunggu.

Dua jam kemudian, jam 09.00, bapak datang dan masuk ruangan, karena mejaku depan ruangannya. Aku masuk ruangan, izin konfirmasi ada yang mau menemui. Tapi katanya tunggu sebentar. 15 menit berselang, ada satu orang berjas rapi datang depan mejaku dan bertanya, “mana ruangan bapak ?” katanya. Sudah janjian. “Saya keluarganya”. Langsung masuk. 30 menit kemudian, saya dipanggil beliau pimpinan untuk masuk. Fotokan mereka. Sebelum keluar, pimpinan berpesan, “ke bendahara ya, minta 5 juta. Nanti kasih ke bapak ini. Masukkan ke Anggaran pemiliharaan kantor”.

Kantor perizinan tempat saya kerja adalah tempat pelayanan Masyarakat dan berikut fasilitas nya. Angka kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kantor kami tinggi, indikator nya bapak pimpinan kami dapat penghargaan dari LSM dan Komisi Informasi.

Apakah definisi kepalsuan kalian berubah ? Karena bagiku, kepalsuan dan kebenaran sekarang hanya soal kita berada di posisi yang seperti apa. Ketidakbenaran pun berada dalam kebenaran, bersemayam bersama harapan keluarga dan tuntutan keluarga. Semua sudah membeku.

Penulis : Faradays

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *