Uncategorized

Pemprov NTB Gelar Rakor, Bahas Upaya Mitigasi Kemiskinan Ekstrim

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) TKPD Provinsi dan TKPK Kabupaten/Kota di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Senin (3/12/2024). Rakor ini mengusung tema “Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Menuju NTB tanpa Kemiskinan.”

Dalam sambutannya, Hassanudin menegaskan bahwa kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, merupakan tantangan besar yang memerlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. “Alhamdulillah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, angka kemiskinan NTB turun menjadi 12,91%, menurun 0,94% dibandingkan Maret 2023 yang tercatat 13,85%. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem turun dari 2,64% pada 2023 menjadi 2,04% di tahun ini,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Hassanudin mengakui bahwa angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 9,03%. “Oleh karena itu, kita harus terus bekerja keras untuk mengatasi persoalan ini. Melalui forum ini, mari kita rumuskan langkah-langkah konkret, inovatif, dan kolaboratif dalam pengentasan kemiskinan,” ajaknya.

Hassanudin yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Gubernur Sumatera Utara juga memaparkan tiga strategi utama pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, yakni:

  1. Pengurangan beban pengeluaran masyarakat,
  2. Peningkatan pendapatan masyarakat, dan
  3. Meminimalkan wilayah kantong-kantong kemiskinan.

Ia menekankan pentingnya profiling kemiskinan di NTB, penguatan koordinasi lintas sektor, serta integrasi program dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Selain itu, alokasi anggaran dari APBD, APBN, maupun sumber lain harus dipastikan tepat sasaran melalui mekanisme tagging. “Monitoring dan evaluasi berkala serta pelibatan multipihak, termasuk mitra pembangunan dan organisasi masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan program ini,” jelasnya.

Kepala Bappeda NTB, Drs. H. Iswandi, menambahkan bahwa tiga pilar utama yang menjadi fokus dalam mengatasi kemiskinan ekstrem meliputi pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan penghapusan kantong-kantong kemiskinan.

“Diharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkontribusi aktif. Semoga Rakor ini menghasilkan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh seluruh OPD untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Rakor ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memonitor program yang telah berjalan sepanjang 2024, sekaligus menyusun rencana program tahun 2025.

Acara ini dihadiri oleh kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Kepala Bappeda kabupaten/kota se-NTB, tim koordinator penanggulangan kemiskinan, para pemangku kepentingan, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *