Sorotan Sinis ke PT AMNT kembali memanas, Ormas KGermat gugat hal ini
NARASIMEDIA.NET || Sebanyak 13 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Masyarakat Tambang (KGermat), menyatakan siap menggalang aspirasi seluruh simpatisan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pejuang berdirinya KSB atas PT AMNT Sumbawa.
Mereka mengkritik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) atas sikap perusahaan yang dinilai mengabaikan kasus ganti rugi akibat kegiatan blasting (peledakan) dan ketidaksertaan masyarakat lokal dalam pelibatan tenaga kerja perusahaan.
Menurut pernyataan resmi dari KGermat, PT AMNT tidak memberikan kompensasi yang adil kepada masyarakat yang terdampak oleh aktivitas blasting. Hal ini telah menyebabkan kerusakan rumah warga setempat, serta kerugian ekonomi yang signifikan. Selain itu, PT AMNT juga dianggap tidak memberi kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat lokal, sehingga mereka merasa diabaikan dalam proses pembangunan ekonomi daerah.
“Kami 13 LSM KSB NTB dalam Gerakan Masyarakat Tambang (KGermat) siap menyuarakan aspirasi seluruh simpatisan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pejuang berdirinya KSB. Demi kesejahteraan rakyat KSB, kami akan berjuang agar PT AMNT bertanggung jawab atas pengabaian ini,” tegas perwakilan KGermat, R. KGermat.
Selain itu, KGermat juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kandidat calon bupati/wakil bupati KSB serta gubernur dan wakil gubernur NTB pada tahun 2024 yang benar-benar berani menyuarakan dan menyolisikan persoalan tersebut.
Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
“Demi rakyat KSB agar sejahtera dengan adanya PT AMNT yang menguras harta rakyat untuk masa depan, kami siap berjuang untuk kandidat yang benar-benar peduli pada kepentingan rakyat. Semoga kita sukses sesuai dengan isi Pancasila dan UUD 1945,” tutup R. KGermat.
KGermat berharap, dengan tindakan tegas dan komitmen dari masyarakat serta dukungan para tokoh lokal, kesejahteraan rakyat KSB dapat terwujud dan kasus-kasus seperti ini tidak terulang di masa depan. (Red)

