HAPPENINGTERKINI

Cristiano Ronaldo Ungkap Kronologi Konflik dengan Pelatih Portugal, Namun Tegaskan Masih Buka Peluang Bela Timnas

LISBON, NARASIMEDIA.NET – Cristiano Ronaldo akhirnya membeberkan secara langsung kronologi persoalannya dengan pelatih Timnas Portugal dalam pemusatan latihan terakhir. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Ronaldo menjelaskan rangkaian komunikasi dengan pelatih, keputusan meninggalkan pemusatan latihan, hingga sikapnya mengenai masa depan bersama Timnas Portugal.

Ronaldo mengatakan, setelah Piala Dunia 2026, dirinya sebenarnya telah menyiapkan surat untuk masyarakat Portugal terkait rencana meninggalkan tim nasional. Namun, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kemudian memintanya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

“At the end of the tournament, on the flight back from the United States, the President of the Federation asked and insisted that I reconsider the decision to leave, because the FPF wanted me to continue.”

Menurut Ronaldo, dalam komunikasi tersebut Presiden FPF juga meminta pendapatnya mengenai calon pelatih tim nasional. Ronaldo mengaku mendukung pilihan terhadap pelatih yang kemudian ditunjuk.

“That is why, on the day the current Head Coach was announced, I was genuinely happy with the choice. It was the right option, as the results are showing.”

Ronaldo kemudian mengatakan dirinya bertemu langsung dengan pelatih baru di Cidade do Futebol. Dalam pertemuan itu, menurut Ronaldo, pelatih menyampaikan bahwa dirinya masih menjadi bagian penting dari proyek tim nasional.

“The Head Coach told me that day that he counted on me and that my presence was essential to his project.”

Dalam pertemuan tersebut, Ronaldo menyebut pelatih mengajukan rencana pengaturan menit bermain dan meminta dirinya tidak mengikuti perjalanan tim ke Norwegia dan Denmark. Ronaldo mengatakan dirinya menolak usulan tersebut karena tetap berstatus kapten Portugal.

“I refused this proposal immediately. It seemed obvious to me that I could not accept it. Even though I wouldn’t be playing the matches abroad I was still captain of our team.”

Ronaldo kemudian tampil dalam pertandingan di Alvalade. Ia mengatakan tidak mempermasalahkan ketika ditarik keluar dan bahkan menyerahkan ban kapten kepada Bruno Fernandes.

“I put the armband on Bruno Fernandes myself, far from imagining that I might be taking my last steps as a player and captain of the national team.”

Persoalan kemudian terjadi menjelang pertandingan Portugal di Norwegia. Ronaldo mengatakan seorang asisten pelatih menyampaikan bahwa pelatih ingin berbicara dengannya. Dalam pertemuan itu, menurut Ronaldo, dirinya diminta bersiap bermain selama 30 menit.

“This request was outside my physical recovery and training plan, because I was only going to play on the 4th at the Dragão, but I obviously said yes. He replied that I should be ready, because I would play 30 minutes.”

Namun, Ronaldo mengatakan dirinya tidak dimainkan meski telah melakukan pemanasan sejak babak kedua.

“The rest everyone knows. I warmed up from halftime, watched the minutes go by, and was never called on.”

“The Head Coach had failed to keep his word.”

Setelah pertandingan, Ronaldo mengakui dirinya tidak menyapa para suporter di stadion. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Portugal serta para penggemar yang datang menyaksikan pertandingan.

“I apologize to the Portuguese people who supported us there, I apologize to the fans, and I apologize to those who, though not Portuguese, may have traveled there to see me and whom I may have disappointed.”

Dua hari kemudian, Ronaldo mengatakan dirinya kembali bertemu dengan pelatih dan Simão Coutinho. Menurut Ronaldo, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pelatih akan menjelaskan persoalan itu secara terbuka dalam konferensi pers.

Ronaldo menyebut pelatih seharusnya menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta untuk dimainkan dan bahwa rencana penggunaan dirinya dalam pemusatan latihan tersebut berasal dari pelatih.

“He would say that I never asked to play any minutes, that it was the Head Coach and no one else who proposed the plan for this camp to me, and that it was a mistake to have me warm up and then not bring me on, and that if it happened again he would not do it.”

Ronaldo kemudian mengatakan pernyataan pelatih dalam konferensi pers berbeda dengan pembicaraan yang sebelumnya mereka lakukan secara langsung.

“The conference was what is known: the attitude had nothing to do with our meeting. I heard expressions and an aggressiveness I believe I did not deserve, a “High and mighty” attitude that he never showed me, not even remotely, in private the day before.”

Ronaldo juga memuat delapan poin yang menurutnya telah ia validasi sebelum konferensi pers. Salah satunya menyatakan bahwa pelatih sendiri yang mengusulkan rencana untuk dirinya, sementara Ronaldo disebut menerima rencana tersebut dan tidak pernah mempertanyakan keputusan pelatih.

“I never questioned my choices. He was exemplary, loyal and professional.”

Dalam poin lainnya, pelatih disebut mengakui kesalahan karena membuat Ronaldo melakukan pemanasan tetapi tidak memainkannya.

“I made a mistake in having someone of the stature of Pelé or Maradona warm up and then not putting him in the game. If it were today, I would not do it.”

Ronaldo mengatakan setelah kejadian tersebut dirinya memutuskan meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu kemungkinan janji berikutnya tidak dipenuhi.

“I decided to leave the camp without waiting for any further broken promise. For me, the truth is still the most important thing in the relationship between people. No matter how much it may hurt, tell me the truth.”

Meski demikian, Ronaldo juga mengakui bahwa keputusan meninggalkan pemusatan latihan memiliki konsekuensi. Ia meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya dan menyatakan sanksi terhadap dirinya merupakan kewenangan Federasi Sepak Bola Portugal.

“The consequence of this act of mine must be assessed and punished by the Portuguese Football Federation. I believe the punishment should have no mitigating factors.”

Ronaldo menegaskan dirinya juga tidak menganggap persoalan tersebut sebagai keputusan untuk meninggalkan Timnas Portugal secara permanen. Ia mengatakan tetap membuka kemungkinan tampil bersama Portugal setelah menjalani sanksi yang mungkin dijatuhkan.

“So, if I am physically well, playing for my club, hopefully with goals, after serving whatever suspension is imposed on me, I will be available, as I have always been until today, to compete and win for our National Team.”

Di bagian akhir pernyataannya, Ronaldo kembali menegaskan sikap tersebut.

“This is, believe me, the purest of truths.”

Dengan pernyataan itu, Ronaldo mengatakan dirinya masih membuka pintu untuk memperkuat Portugal, meski mengakui adanya persoalan kepercayaan dengan pelatih yang menjadi alasan keputusannya meninggalkan pemusatan latihan terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *