EKONOMI DAN BISNISHAPPENINGTERKINI

Timnas Portugal menghadapi potensi kehilangan nilai komersial Usai Konflik dengan CR7

MATARAM, NARASIMEDIA.NET — Kepergian Cristiano Ronaldo dari pemusatan latihan Timnas Portugal mulai memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap nilai komersial Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).

Media Portugal, Renascença, melaporkan bahwa absennya Ronaldo berpotensi memengaruhi nilai finansial FPF karena pemain tersebut merupakan merek global yang selama bertahun-tahun ikut memperbesar daya tarik Timnas Portugal.

Namun, besaran kerugian FPF belum dapat dihitung secara pasti. Direktur Eksekutif Instituto Português de Administração e Marketing (IPAM), Daniel Sá, mengatakan tidak tersedia data yang cukup rinci untuk menentukan berapa bagian dari pendapatan tahunan FPF yang secara langsung berkaitan dengan keberadaan Ronaldo.

FPF mencatat pendapatan sekitar 120 juta euro pada 2024. Menurut laporan Renascença, sumber pendapatan tersebut tidak hanya berasal dari aspek komersial, tetapi juga berbagai aktivitas olahraga, hak siar dan sumber pendapatan lainnya.

Renascença mengutip Daniel Sá yang memperkirakan sejumlah kontrak seperti iklan, merchandising dan hak siar berpotensi mengalami penyesuaian setelah Ronaldo tidak lagi memperkuat tim nasional.

Dampak tersebut juga berkaitan dengan daya tarik pertandingan Portugal bagi pemegang hak siar. Ekonom sekaligus Presiden ISEG, João Duque, menilai absennya Ronaldo dapat memengaruhi nilai komersial pertandingan karena kehadiran pemain tersebut selama ini menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian penonton dan media internasional.

“Nilai pertandingan yang disiarkan Timnas Portugal, tanpa Cristiano Ronaldo, saat ini mungkin akan turun,” kata Duque, sebagaimana dikutip Renascença.

Namun, FPF tidak sepenuhnya bergantung pada Ronaldo.

Observador melaporkan bahwa struktur pendapatan FPF juga ditopang hak televisi, sponsor, aktivitas olahraga dan performa tim dalam kompetisi internasional. Pada 2024, anggaran FPF mencapai sekitar 120,4 juta euro dengan laba 7,1 juta euro.

Dari total tersebut, sekitar 48 juta euro berasal dari aktivitas olahraga berbagai tim, sementara sekitar 53 juta euro berasal dari hak televisi, sponsor dan kegiatan komersial.

Observador juga mencatat bahwa sejumlah mitra utama FPF telah memiliki kontrak hingga 2030. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membuat dampak finansial langsung dari kepergian Ronaldo tidak dapat dihitung hanya berdasarkan kehilangan figur bintang tersebut.

Meski demikian, laporan Observador menyebut dampak komersial tetap berpotensi terasa, terutama dalam jumlah pengikut media sosial serta ketika FPF memasuki periode pembaruan kontrak atau mencari sumber pendapatan baru.

Salah satu indikator perubahan eksposur tersebut adalah media sosial. Observador melaporkan akun Timnas Portugal kehilangan sekitar satu juta pengikut setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan.

Di sisi lain, nilai merek pribadi Ronaldo jauh lebih besar daripada sekadar kontribusinya terhadap FPF. Observador mencatat studi IPAM mengenai merek CR7 memperkirakan nilainya mencapai 850 juta euro pada 2025.

Studi yang sama menyebut nilai merek CR7 meningkat 325 persen dibandingkan 2020, antara lain dipengaruhi pertumbuhan pendapatan sponsor, pengikut media sosial, jumlah pertandingan dan gol.

Dengan demikian, persoalan yang muncul setelah kepergian Ronaldo bukan berarti FPF dipastikan mengalami kerugian besar atau pasar Portugal mengalami gejolak. Data yang tersedia sejauh ini lebih menunjukkan adanya pertanyaan mengenai seberapa besar nilai komersial dan daya tarik Timnas Portugal yang selama bertahun-tahun ikut ditopang oleh figur Ronaldo.

Persoalan tersebut juga telah mendapat perhatian pemerintah Portugal. Menteri Ekonomi Manuel Castro Almeida menyebut Ronaldo memiliki dampak besar terhadap proyeksi internasional dan nilai merek Portugal.

“Cristiano Ronaldo mempunyai dampak yang sangat besar terhadap proyeksi dan valorizasi merek Portugal,” kata Castro Almeida dalam wawancara yang dikutip Observador.

Di tengah polemik tersebut, pemerintah Portugal juga ikut memantau perkembangan konflik. Perdana Menteri Luís Montenegro dilaporkan telah berbicara dengan Ronaldo, pelatih Jorge Jesus dan Presiden FPF Pedro Proença setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *